Video Editor Amatiran

Hello, it’s me again, yang munculnya cuma sebulan sekali. Hahahaha! Ya, mau gimana lagi, banyak urusan ini-itu yang harus diselesaikan, jadi nulis blog aku kesampingkan dulu. Padahal nulis tuh bisa jadi salah satu stress reliever, loh. Jadi, okelah, lemme start again!

Selain sok sibuk kerja, aku juga sebenernya terlibat di salah satu project bareng temen-temenku Fasya dan Anggiet, namanya Fasya and Friends. Apa itu Fasya and Friends? Kalian yang kebetulan lagi mampir di sini terus baca ini, bisa kepo-kepo tentang projectnya, di sini. (Lah, kok pede bakalan ada yang mau kepo, ya? Hahahaha). Aku di sana sebagai kontributor. Selain nulis, aku lebih condong ke dokumentasinya. Hal-hal yang berhubungan dengan dokumentasi kayak foto dan video juga. Aku sendiri sadar kalau dalam hal nulis, bahasa dan alur penulisanku belum terlalu baik, belum konsisten juga ini-itunya. Nah, di bulan Juni yang lalu, Fasya and Friends ini akhirnya merilis akun Youtube. Fungsinya sama aja sih kayak blognya, sama-sama ngasih informasi tentang Bandung, tapi dalam bentuk Vlog. Sejujurnya, aku dan temen-temenku belum terbiasa untuk bicara atau tampil depan kamera, direkam, di-share, dan ditonton sama orang banyak, tapi akhirnya kita berhasil ngelakuin itu semua. Dan aku, dipercayai sama temen-temen untuk jadi video editornya. Tbh, perangkat video editing dan editing skill aku bisa dibilang masih cupu banget dan kurang mumpuni. But I did, I do, and I will do my best for it.

Ini dia video pertama kita dalam rangka memperkenalkan Fasya and Friends di Youtube. Menurut aku pribadi, video pertama ini masih jauh dari kata sempurna. Soalnya ya itu tadi, aku sebagai video editor abal-abal ini masih ngerasa harus banyak belajar tentang video editing. Jadi hasilnya sesederhana ini. But we’re proud of it. Kita juga so happy, soalnya banyak komen-komen positif yang mampir. Jadi semangat buat ngegarap Vlog-nya Fasya and Friends. Yuhu! Check this out:

Nah, kalau yang ini, Vlog pertama Fasya and Friends. Rasanya gimana sih nge-vlog? Awkward, you know? Selain karena baru nyobain ngomong di depan camera di tempat umum, juga kita masih kayak have no idea buat ngomong secara spontan gitu. Ya, maklumin aja ya, semua ini butuh proses. Jadi kalau banyak kekurangan mohon dimengerti aja hahaha. Alhamdulillah penggarapan Vlog #1 ini pun lancar dan mulus dari segi video editing sampai uploadingnya. Bisa ditonton dulu nih:

Yang selanjutnya ini, Vlog penuh drama 2016. Asli. Serius. Boleh cerita sedikit yaaa…
Jadi, Vlog #2 ini diambil saat kita jalan-jalan ke suatu tempat di bilangan jalan Peta, Bandung. Tempatnya emang enjoy banget, tapi sayang pas kita kesana hujan deras. Dari situ udah hopeless kalau Vlog #2 ini bakalan gagal total dan ngerencanain buat bikin Vlog #2 di tempat yang sama next time kalau lagi gak hujan. Setelah ngobrol ngalor ngidul sambil nunggu hujan berhenti, eh, bener, hujannya berhenti! Kita langsung semangat lagi dan akhirnya Vlog #2 pun berhasil sampai akhir. Tapi jangan seneng dulu, proses editingnya lebih banyak dramanya lagi. Mulai dari software-nya bermasalah, render videonya bermasalah, uploadingnya bermasalah, sampai udah masuk Youtube-nya pun bermasalah karena kena copyright gara-gara backsound. Akhirnya terpaksa harus edit ulang dan selesai lah Vlog #2 yang penuh drama ini:

Jadi, begitulah sepenggal cerita aku jadi video editor amatiran beberapa bulan ini. Kalau ada yang bilang hasilnya biasa aja, ya, it’s okay. Dengan hasil yang biasa ini pun aku masih bangga, ternyata aku bisa bikin “sesuatu” dengan skill yang belum mumpuni ini. Ke depannya juga aku bakalan lebih banyak belajar lagi, kok. Soalnya video editing itu fun banget! Asalkan kitanya harus sabar dan ulet ngerjainnya. Salut sama orang-orang yang dibekali kemampuan lebih dalam video editing. Someday I’ll be just like them. Can I get an aamiin?

Anyway, menurut kalian gimana videonya? Maaf ya kalau banyak kekurangan!

Fire Foods Challenge!

Akhir-akhir ini sering banget nemuin orang-orang yang ngadain challenge di akun Youtube. Challenge-nya macem-macem, sih. Coba check aja akun para Youtubers. Salah satu challenge yang paling sering muncul itu adalah Samyang Challenge. Jadi, Samyang itu sejenis mie goreng asal Korea yang pedesnya dewa alias pedes banget (katanya). Liat beberapa Youtubers ngelakuin challenge ini, responnya pada beda-beda. Ada yang bilang beneran pedes banget, ada juga yang bilang kurang pedes. Dari pada penasaran, kenapa gak dicoba? Jadilah aku dan Fasya mutusin buat coba challenge ini karena kita suka makan pedes. Kita juga akhirnya ngajak temen kita sebiji buat nemenin kita di challenge ini, namanya Rani. Anyway, gak tanggung-tanggung, kita gak cuma bikin Samyang Challenge, tapi juga bakalan makan dua makanan pedes lainnya. Jadilah kusebut ini sebagai Fire Foods Challenge, makan makanan-makanan super pedes tanpa minum sebelum habis! Oh iya, Fasya juga udah pernah bahas soal challenge ini di blognya. Click here!

Ini challenge super dadakan, besoknya mau challenge, hari ininya belanja. Dua makanan selain Samyang udah dapet, but unfortunately, udah beberapa supermarket kita datengin, kita gak nemu Samyang sama sekali. Entah karena habis stocknya atau memang gak dijual di situ. Padahal setau kita, beberapa supermarket yang kita datengin itu memang menyediakan makanan dan minuman dari berbagai macam negara. Kecewa. Akhirnya, Fasya beli produk lain, yang memang Fasya pernah cobain juga versi mie kuahnya (kali ini beli versi mie gorengnya), dalam rangka mengobati kekecewaan kita gak nemu Samyang di beberapa supermarket itu.

Kenalin dulu, nih. Para cewek hot yang terlibat dalam Fire Foods Challenge (from left to right):  Fasya, me, and Rani. Gimana? Hot kan makanan kita? Jadi mereka sengaja dateng ke rumahku untuk challenge ini. Kalau Rani sih rumahnya lima langkah dari rumahku, kalau Fasya harus menempuh perjalanan cukup panjang, mendaki gunung lewati lembah, sungai mengalir indah ke samudera, bersama teman bertualang. Salut! Anyway, foto di bawah ini mukanya masih pada seger-seger. Belum merasakan gimana menyiksanya makan makanan yang super pedas itu.

SAMSUNG CAMERA PICTURES

Fire Foods Challenge’s squad

Nah, sekarang, kita kenalan sama makanan-makanan pedas alias fire foods yang kita makan di Fire Foods Challenge ini:

  • Makanan yang dipegang Fasya itu namanya Nissin Gekikara Ramen versi goreng. Mie ini bisa didapetin di beberapa supermarket terdekat.
    Taste: 8/10 (perpaduan rasa asin dan pedasnya pas)
    Price: 5/10 (Rp 6.000/bungkus, relatif murah dibanding sama Samyang)
    Spicy level:  5/10 (gak pedes-pedes amat, cocok deh gak bikin lidah kebakar)
  • Kalau makanan yang dipegang sama aku namanya Makrupo: Makaroni Buruk Rupo. Ini sih bukan makaroni dikasih bubuk cabe, tapi lebih ke bubuk cabe dikasih makaroni. Kalau orang bilang Samyang itu makanan yang pedesnya dewa, kalau menurut kita, Makrupo sih yang pedesnya dewa!
    Taste: 9/10 (enak, bumbunya banyak, tekstur gak terlalu keras, gak berminyak)
    Price: 6/10 (Rp 20.000/bungkus. Makin banyak beli, makin dikurangin harganya!)
    Spicy level: 10/10 (PEDESNYA DEWA!!!)
    Ini emang parah banget pedesnya. Buat kalian yang suka sama makanan pedes kayaknya wajib coba ini, sih. Bisa langsung kepoin dan follow aja instagramnya @riamont88 atau @makrupo_id
  • Yang terakhir, makanan yang dipegang sama Rani itu namanya Chicken Little Party. Chicken Little Party sendiri ini sebenernya ada beberapa rasa dan kita pilih spicy level 3 karena itu yang paling pedes.
    Taste: 10/10 (suka banget, sih. Rasanya meresap banget sampai ke tulangnya)
    Price: 6/10 (Rp 55.000/12 pcs)
    Spicy level: 9/10 (pedesnya lumayan bikin bibir jontor)
    Chicken Little Party ini awalnya hanya dijual secara online. Home production-nya di daerah Jalaprang. Tapi mulai Juni ini, Chicken Little Party bisa dibeli secara offline dan dine-in di Kopweh Coffee di jalan Cendana no. 11 Bandung. Katanya kalau dine-in dapet diskon 10%, loh! Buat yang penasaran langsung aja datengin tempatnya, atau bisa kepoin dulu instagramnya @chickenlittleparty
SAMSUNG CAMERA PICTURES

The Fire Foods itself.

Challenge accomplished! Kita berhasil makan-makanan di atas tanpa minum, sekitar…… 45 menit. Hahahaha. Ya bayangin aja makanannya pedes semua, terus gak boleh minum juga. Jadi ya pasti lama makannya. Tapi sebenernya gak accomplished banget, karena Makrupo gak berhasil kita habisin. Cuma kuat seperempat bungkus aja. SUMPAH ITU GAK KIRA-KIRA PEDESNYA BIKIN PENGEN MARAH AJA YA ALLAH TOLONG. Tapi overall, kita bisa jalanin challenge ini tanpa minum dan tanpa sakit perut setelahnya. Ajaib!

Healing Process

“Are you okay?”
Kira-kira itu pertanyaan yang sering banget aku dapet dari temen-temen deketku selama hampir dua bulan ini. Sebenernya gampang buat jawab pertanyaan di atas itu dengan jawaban, “I’m okay…” aja kalau aku emang bener-bener ngerasa baik-baik aja. But the truth is I am not.

Butuh waktu dan energi yang banyak untuk aku sendiri buat jelasin ke mereka apa yang sebenernya aku rasain dan jujur, aku merasa gak nyaman dengan hal itu. So I kept it by myself. Aku takut apa yang bakalan aku ceritain sama mereka itu bakalan bikin mereka terasa terganggu karena pasti I will cry a lot. Belum lagi, mungkin beberapa dari mereka bakal merasa marah ataupun kesal dengan cerita aku ini dan juga, apa yang aku bakal ceritain ini bakalan butuh waktu yang lumayan panjang, karena aku gak bisa jelasin semuanya secara singkat. But then again I remember, ini semua mereka lakuin karena mereka care sama aku. Mereka peka sama keadaan aku yang tidak baik-baik saja ini. Mereka mau meluangkan waktunya buat sekedar bertanya tentang keadaan aku. Thank God, they never leave. So, I started to tell them the stories, even it’s too hurt.
After I told them the whole story, yang jelas semuanya bikin aku ngerasa lega banget. Kayak semua beban yang numpuk itu berkurang sedikit demi sedikit. Respon yang keluar dari mereka pun macem-macem, lho. Ada yang marah, kesal, bijak, islamik, datar, tapi semuanya bikin aku bersyukur, thank God I have them. Mereka semua rata-rata kasih pesan yang sama, such as: ikhlas, pasrah, sabar, better days are coming, dll. Dan satu pesan yang paling aku inget sampai dengan hari ini adalah, “Jangan tinggalkan shalat dan berdoa yang terbaik sama Allah SWT.” Mungkin ini semacam teguran buat aku pribadi yang terkadang masih bolong-bolong shalatnya, yang masih senang-senang dengan apa yang aku dapet tapi suka lupa bersyukur, dan terlalu larut dalam kesedihan sampai-sampai aku lupa kalau aku selalu punya Allah. Di saat itu pula I promised to change myself…

b06e0b1108d6fb4928ca3bfd36849bb9

source: Pinterest

It’s amazing how dua heals everything. Setelah aku shalat, berdzikir, bershalawat, mengaji, dan aku berdo’a sama Allah dengan sungguh-sungguh sampai banjir air mata, semua beban yang aku rasain itu kayak hilang semuanya. Aku ngerasa tenang banget. Asli, aku kayak bener-bener ngerasa damai. Rasa sedih yang aku rasain sedikit demi sedikit mulai berkurang. Setidaknya, aku udah gak se-desperate itu lagi. Walaupun jujur, aku masih suka kepikiran hal itu dan bikin aku sedih, but I didn’t show it. I’d rather looked happy than sad. Apa yang bisa aku lakuin sekarang adalah terus berdo’a sama Allah, karena itu yang bisa bikin aku tenang. Aku ulang do’a yang sama setiap harinya, dengan harapan Allah bisa mengabulkannya. Aamiin.

tumblr_nd8djzLl7B1qg3f0mo1_1280

Aamiin. Source: tumblr

Ada rumus:
Jarak = Kecepatan x Waktu
S = V.t

Jika mengulang doa-doa diibaratkan seperti mengayuh sepeda, maka bagaimana kita akhirnya sampai ke arah yang kita tuju (jarak) bergantung pada seberapa sering kita mengulang doa tersebut (kecepatan) dikalikan seberapa lama waktu kita memohon kepada pencipta agar segera sampai ke tujuan (waktu).

Akhir-akhir ini, saya baru tersadar mengapa ada banyak harapan saya yang lamaaa sekali baru terkabul. Permasalahan terbesarnya, saya tidak rutin mengulang doa-doa saya. Ditambah lagi, waktu untuk berdoa terkadang terburu-buru, sibuk lebih tepatnya merasa sibuk. Kapan saya bisa sampai ke tujuan jika:
1. Jarang mengayuh sepeda (baca: rutin mengulang doa)
2. Waktu untuk bersepeda hanya sebentar padahal ini bisa mempercepat sampai ke tujuan (baca: saat menghadap ke Allah untuk berdoa tidak lama).

Jadi sekarang saya akan coba untuk duduk atau sujud lebih lama dan terus mengulang doa-doa saya. Semoga semua doa akan segera tersampaikan. Aamiin.
(source: http://mefanny.tumblr.com/post/99643711467/92days-ada-rumus-jarak-kecepatan-x-waktu-s)

So yeah, it’s my healing process. I don’t know how long it’s gonna be, sebentar atau lama. Tapi, aku coba untuk nikmatin aja masa-masa ini. Gak kerasa, it’s been (almost) a month, and see? I survived it.

My Life as an Employee

Something just brought me here. Semalem kepikiran kalo kayaknya this blog needs more contents. Kayak sayang aja udah bikin tapi malah gak ada isinya sama sekali. Moody sekali rasanya buat nulis blog. Tapi kemarin mulai kepikiran “I need to make something with this site”, jadilah hari ini di sela-sela kesibukkanku sebagai employee, nyempetin buat bikin draft blog.

Hmm. Ya. Well, being an employee isn’t my thing. Like, I wanna be an entrepreneur and growing up my own business. Tapi di sisi lain, semua juga butuh proses dan usaha maksimal. Butuh modal juga. I couldn’t ask my parents to give me money gitu aja. So I need to make money by myself. Salah satunya jadi employee kayak sekarang ini. Emang sih gak gitu aja dapet uang banyak juga dengan bekerja, tapi setidaknya I make money, bisa ditabungin buat modal bisnis dan juga modal-modal lainnya, mungkin modal nikah hahahaha. “Syukurin apa yang kamu dapet sekarang, sekecil apapun itu”, that’s what my Daddy said. So, dengan penghasilanku yang terbilang belum cukup besar, aku tetep bersyukur karena itu rezeki yang Allah kasih buat aku. Oh, dan satu lagi, pekerjaanku yang sekarang itu sama sekali gak ada hubungannya sama Psychology things and stuff, but I can do it. It’s more like a stepping stone, being out of my comfort zone, sebelum nanti mungkin aku kerja di bidang yang bener-bener sesuai dengan keinginan aku sendiri. To be honest, bekerja di bidang HRD or something juga bukan minatku, sih. Aku lebih menyukai bidang Psikologi yang berhubungan dengan terapi, konseling, dan semacamnya itu. Ya, walaupun aku juga gak terlalu banyak paham.

And ya, it’s March already. I got my very first salary as an employee. Yay! So, yesterday I decide to buy a Big Box from Pizza Hut Delivery and brought it home. Makan bareng Mama dan Deri doang because Kakak was in her office waktu aku dateng bawa pizzanya. I feel so blessed. Thank God 🙂

IMG_5080.JPG

American Favorite topping is my all time favorite!

Goodbye, Malaysia!

Bangun pagi hari ini rasanya beda. Soalnya hari ini gak ada jalan-jalan jauh lagi. Hari ini jalan-jalan jauhnya cuma ke Kuala Lumpur International Airport 2 aja. Yes, kita semua hari ini pulang ke Indonesia. Untungnya, keluarga saya udah pada ngepak dari malem jadi pagi ini udah siap pergi. Sebelum check out, kita dikasih waktu dua jam aja buat jalan-jalan terakhir kalinya di Malaysia. Tapi kita cuma jalan-jalan di sekitaran condominium aja. Kita mutusin buat turun ke mall Fahrenheit di bawah condominium kita. Saya cuma beli jam tangan aja di Fahrenheit, soalnya kemarin mau beli ragu-ragu. Terus abis itu nyebrang ke Pavilion buat beli sepatu Rubi yang alhamdulillah lagi sale, jadi deh beli barengan Kakak. Beres dari situ, mampir sebentar ke minimarket sebelah condominium terus ke kamar ambil tas dan koper karena udah waktunya kita pergi ke Bandara.

Sebenernya ada cerita menarik. Waktu kloter dua dateng belakangan dan lama banget di hari pertama itu, ternyata ada satu masalah. Waktu semua lagi nunggu koper, ada satu koper yang hilang punya tanteku, Tante Anggie. Semuanya panik dong. Ternyata usut punya usut, koper itu ketinggalan di Bandara Soetta. Akhirnya saat itu juga minta dikirimin ke Malaysia. Tapi, begitu kopernya udah sampe Malaysia, koper itu gak diambil-ambil ke Bandara. Gak cuma karena kita jalan-jalan kesana-kemari aja, tapi karena jarak tempuhnya lumayan jauh juga. Gak mungkin kan kita satu bus anter satu orang ke Bandara? Jadi lah si koper itu ditahan sampe kita mau pulang lagi ke Indonesia. Sampe di KLIA2, tanteku ditemenin sama Uwa Tuti ngurusin kopernya. Kita semua duluan check in dan menuju gate keberangkatan yang jauhnya naudzubillah. Udah mepet banget ke waktu keberangkatan kok Tante Anggie sama Uwa Tuti gak nongol-nongol, eh gak lama kemudian akhirnya mereka dateng lari-larian takut ketinggalan pesawat. And you know what? Mereka sama sekali engga bawa koper. Ternyata setelah ditanya, koper itu gak bisa dibawa masuk karena waktu check in-nya udah habis. Akhirnya barang-barang yang ada di koper dimasukkin ke tas yang Tante Anggie dan Uwa Tuti bawa untuk disimpen di cabin, dan kopernya ditinggalin gitu aja hahahaha

Ternyata pesawat kita delay sekitar 30 menitan. Lagi nunggu sambil ngemil-ngemil dan gosip cantik, eh ada keponakanku yang nangis. Katanya handphonenya ilang. Ponakanku itu kayaknya kelas 2 SD mungkin ya, dan salahnya udah dikasih iPhone sama Mamanya. Tau kan anak sekecil itu pasti kadang suka lupa sama barang milik sendiri. Waktu ditanya, katanya seinget dia terakhir disimpen di kamar mandi waktu mau pipis. Langsung lah disitu saya inget, waktu saya lagi di kamar mandi sama Mama dan Kakak Zee, begitu Kakak Zee keluar toilet, dia nemuin satu tas gitu. Tapi kita semua gak ada yang tau kalau itu tasnya keponakanku. Mau kita buka juga kan kita gak punya hak. Akhirnya kita serahin ke petugas kebersihan yang jaga disitu dan kita minta dia buat laporin. Saat itu juga Kakak Zee langsung bilang tentang kejadian itu. Akhirnya sepupuku (Mamanya keponakanku itu) lari buat balik lagi ke toilet depan. Kita semua sih udah bilang gak mungkin. Soalnya itu toilet di depan banget di tempat kita check in, jaraknya jauh banget dari gate kita berangkat ini, dan kita udah lewatin petugas imigrasi juga. Gak taunya bener, petugas imigrasi gak ngizinin dengan alasan itu. Karena mereka juga gak menjamin kalau seandainya dikasih izin gak bakalan ketinggalan pesawat. Akhirnya direlakan lah saja iPhone yang tertinggal itu. Ya, lesson learnt: jangan sembarangan ngasih anak kecil barang berharga.

Banyak cerita juga ya ternyata selama di Malaysia hahaha. Lupakan sejenak, mari kita lanjutkan. Setelah dapet kabar bahwa pesawat kita udah dateng, kita pun naik pesawat (yaiyalah) dan bersiap-siap terbang menuju Indonesia. Bedanya sama kemarin, kali ini gak dibagi dalam dua kloter lagi jadi kita semua satu pesawat. Oh iya, kali ini dapet window seat lagi. Seneng! Bisa liat ke luar, liat langit, awan, juga sayap pesawat waktu terbang.

Karena gak sempet makan siang, kita semua makan siang di pesawat. Sisanya dihabisin dengan tidur. Bangun-bangun waktu mau landing. Yeaaay, pas bangun udah lihat langit Jakarta lagi. Habis menjalankan segala pemeriksaan dan ambil koper, kita semua kumpul buat foto bareng.

446

Soehardja Family!

It was a great holiday. Hope to see you again on the next family’s holiday. Bye! ❤

Explore Malaysia – Last Day

Day 3: sad to know that it was our last day to explore Malaysia. Soalnya, besoknya kita harus balik lagi ke Indonesia. Rasanya sebentar banget, yaiyalah cuman 4 hari doang disana. Okay, jadi di hari terakhir buat jalan-jalan ini, kita abisin buat jalan-jalan, foto-foto, dan juga beli oleh-oleh buat keluarga/temen/pacar/kerabat/dan lain sebagainya di Indonesia. Kita mulai dari yang paling deket dari condominium, yaitu Dataran Merdeka. Kalo di Bandung itu, Dataran Merdeka semacam daerah Asia-Afrika gitu, sekitaran Alun-alun. Bangunannya tinggi-tinggi, ada museum-museumnya juga, terus ada kayak dekorasi I love KL, dan sebagainya. Letaknya juga di pinggir jalan raya. Walaupun di pinggir jalan raya, tapi tetep tertib dan gak macet, loh. Kalau untuk kebersihan dan ketertiban lalu lintas jauh lebih baik di sana daripada di Indonesia hehe. Oh iya, berhubung kita naik bus dan otomatis harus parkir di pinggir jalan, kita jadi gak bisa lama-lama soalnya kata Polisi takutnya malah mengganggu lalu lintas, padahal kenyataannya lalu lintasnya masih lancar banget pas bus kita parkir pun.

DSCF4176c

Penasaran sama museum ini, namanya Muzium Muzik. Tapi gak sempet masuk.

390

Raharjas!

Gedung yang ada di belakang kita itu juga kalau gak salah museum, tapi lupa namanya. Iya, ini foto di pinggir jalan banget. Bisa lihat sendiri kan bersih dan tertibnya kayak gimana?

442DSCF4231c

Sebenernya masih banyak foto-foto di Dataran Merdeka, tapi cukup segitu aja kali ya takutnya bosen soalnya spot fotonya ya cuma di situ-situ aja hehehe. Lanjut. Habis dari sini, kita naik bus lagi dan menuju ke tempat yang wajib dikunjungi katanya, yaitu Istana Negara Malaysia. Awalnya kita mau kesini waktu hari kedua, tapi berhubung gak sempet karena kena macet parah akhirnya di hari ketiga inilah. Istana Negara Malaysia ini luas banget, bersih, dan keren. Tapi sayang, waktu kesana pas udaranya lagi panas kebangetan. Jadi, gak pengen lama-lama disana.

411

wefie!

DSCF4239

Semuanya kepanasan

Gak lama dari situ, kita semua balik lagi ke bus dan menuju ke tempat jalan-jalan selanjutnya yaitu KLCC. Kayaknya kurang afdol kalau ke Malaysia tapi gak ke KLCC (katanya). Sebelum beneran ke KLCC-nya, kita turun dulu di daerah deket KLCC. Kita mau foto-foto gitu dengan background Petronas Twin Towers, bangunan ikonik dari Malaysia sendiri. Nah, ini dia:

395

428

Udah resmi ke Malaysia kalau udah foto dengan background Twin Towers! Hahahaha

Karena udah siang juga, akhirnya kita masuk ke Suria KLCC. Suria KLCC ini semacam pusat perbelanjaan atau mall gitu. Kita kesana bukan buat belanja, kok. Kita cuma numpang ke toilet, makan siang di foodcourt, dan istirahat. Jauh-jauh ke Malaysia, pas makan siang mesennya ayam penyet hahahaha. Abisnya rindu sama masakan Indonesia. Beres segala macamnya, kita balik lagi ke bus. Tujuan kita selanjutnya adalah belanja oleh-oleh di Pasar Seni. Jadi Pasar Seni ini pasar tapi rapi banget gitu, dan semua yang jualan di Pasar Seni itu jual oleh-oleh khas Malaysia. Dari mulai pernak-pernik gantungan kunci, tempelan kulkas, kaos, dan lain-lainnya komplit deh. Sayang gak sempet foto-foto di Pasar Seni, soalnya batere kamera habis dan keasikkan belanja. Beres dari Pasar Seni, mampir ke Gallery Chocolate Malaysia. Di sana kita dijelasin gimana cara bikin coklat, dikasih tester coklat, dan pastinya belanja coklat buat oleh-oleh juga. Setelah itu, kita balik lagi ke condominium. Acaranya bebas mau kemana. Kalau saya, Kakak, Mama, Papa, Uwa Lea, Kakak Dimas, Kakak Zee, baby Kareem, Nadia, Mbak Dinda, sama Kakak Dika jalan-jalan ke sekitaran Bukit Bintang. Sebelumnya, mampir dulu ke mall Fahrenheit jalan-jalan sebentar. Di lantai paling atas ada satu spot isinya Doraemon semua. Rasanya pengen beli semuanya tapi gak mungkin. Akhirnya cuma beli satu item, case Doraemon. Ternyata ada diskon hahaha yay!

430.JPG

Habis itu kita ke Sungei Wang Mall. Sungei Wang ini semacam BTC kalau di Bandung. Mall, tapi murah-murah produknya. Kita kesana soalnya mau beli sepatu Vans yang katanya harganya lebih murah. Udah dapet Vans, kita makan malem di KFC. Terus sempet belanja ke Giant juga, belanja makanan buat oleh-oleh juga. Habis itu balik deh ke condominium dan ngepak baju karena besoknya kita harus pulang ke Indonesia. Phew!

** to be continued… **

Explore Malaysia

Yippie! I finally get a chance to catch up my laptop again after a few days internet di rumah mati. Kalo di my previous post itu, saya cerita tentang keberangkatan dan kedatangan saya di Malaysia, kali ini saya mau cerita tentang hal-hal apa aja yang saya lakuin selama disana. Check diz out!

Day 2: sekitar jam 4 dini hari, Mama dan Papa udah bangun, jadi saya sama kakak juga ikutan bangun, and guess what? Kita ini satu-satunya keluarga yang bangun pertama. Semuanya pada belum keliatan tanda-tanda bangunnya. Jadi kita berempat langsung mandi bergiliran. Untung lah, karena kamar mandi di condominium ini cuma ada dua hahaha jadi kita gak repot antri karena kita cuma berempat yang mandi duluan. Sekitar jam 5an, kita shalat Subuh. Our bad, kita masih berasa kayak di Indonesia aja shalat Subuh jam segitu. Padahal setelah akhirnya nanya sama sodaraku yang pernah tinggal di Malaysia (satu condominium juga, kita tanya setelah dia bangun), kalau shalat Subuh di Malaysia itu sekitar jam 6:30 hahahaha! Oh iya, hari ini semua kompak pada mau pake baju warna merah dan rencananya kita mau explore Malacca atau Melaka. Sekitar jam 11, semua masuk bus dan kita pergi menuju Malacca. Perjalanan kesana cukup jauh dan memakan waktu sekitar tiga jam. Saya sih kebanyakkan ngemil dan tidur, kalau kakak sambil denger musik di sebelah saya. Sampai di Malacca udaranya super hot! Setelah makan siang dan masuk museum (lupa namanya apa), kita semua jalan ke Melaka River Cruise.

378.JPG

The view

Terus kita naik semacam perahunya yang kayak di foto itu, cukup lah buat dua keluarga besar. Soalnya waktu kita naik gak cuman keluarga besar kita aja tapi ada keluarga besar yang lainnya juga. Jadi pinggiran-pinggiran sungai ini adalah bangunan-bangunan gitu. Ada cafe, store-store tempat jualan baju dan pernak-pernik, ada rumah-rumah, bangunan unik, dan lain-lain. Here’s some views from our boat:

DSCF4117c

Welcome to Melaka River Cruise!

DSCF4102c

Daddy’s fav.

DSCF4105c

Random.

DSCF4118c

The boats or cruises or what-so-ever.

DSCF4104c

This building had me at hello!

DSCF4107c

Let’s play!

Turun dari perahu, kita istirahat sebentar sambil makan buah dingin yang dijual di pinggir tempat kita turun perahu. Kita juga nunggu beberapa keluarga kita yang lagi sibuk ngurusin foto-foto di photo booth-nya Melaka River Cruise yang bisa dicetak berbagai versi gitu. Setelah beres, kita bebas boleh main kemana aja. Ada yang naik becak yang kayak gini:

DSCF4100c

Ini temanya Frozen. Ada banyak kartun lainnya, Doraemon juga ada. Tapi saya gak ikutan naik, soalnya males hahaha

Ada yang jalan-jalan dan masuk ke museum yang belakang itu tuh (I didn’t know exactly, itu masih berfungsi sebagai church atau udah berubah fungsi jadi museum gitu. Yang jelas waktu mampir kesana, katanya itu museum. Saya gak masuk ke dalemnya by the way):

DSCF4141c

Uwa Lea, Kakak Dika, and Mbak Dilla

Kalo saya, Kakak, Mama, Papa, Uwa Ujang, Uwa Tuti, Kakak Dimas, sama Kareem si bayi sih mutusin buat jalan-jalan ke bangunan-bangunan yang kita liat dari boat. Para bapak-bapak dan ibu-ibu sih pada mampir ke Hard Rock Cafe, kalau saya sama Kakak mutusin buat foto-foto di bangunan warna warni ini. Asli, keren:

343339

Setelah puas foto-foto disana, juga bikin semacam video juga, kita nyusulin bapak-bapak dan ibu-ibu yang lagi asik nongkrong di Hard Rock Cafe. Ternyata mereka belanja-belanja kaos juga. Gak lupa sebelum pergi kita foto dulu…

438

Papa, Mama, Kakak, Kakak Dimas (and Kareem), me, Uwa Tuti, and Uwa Ujang.

348

My two loves!

350

Uwa Tuti and Uwa Ujang.

346

Kakak Dimas looked so happy!

Dari Hard Rock Cafe, kita jalan balik ke bus soalnya kita mau ngelanjutin perjalanan lagi. Dasar anaknya gak tahan sama yang unik-unik, nemu yang artsy dikit di jalan langsung minta foto. Maaf hahaha.

353

Ada satu kejadian unik, sesaat setelah foto ini diambil. Lagi asik jalan menuju bus. Posisinya Kakak Dimas udah duluan jalan jauh di depan kita, disusul sama Uwa Ujang dan Uwa Tuti, sedangkan kita berempat masih di belakang karena abis foto. Papa baru sadar kalau tas pinggangnya ilang. Kita semua panik, soalnya di dalem tas pinggang itu ada dompet dan passport. Kebayang kan kalau ilang gak bisa pulang ke Indonesia? Terus Papa sambil inget-inget lagi. Papa mutusin buat balik ke Hard Rock Cafe, karena seinget Papa, terakhir kali pegang tas pinggang itu disana. Sedangkan saya, Kakak, dan Mama mutusin buat langsung ke bus dan ngasih tau keluarga disana tentang hal ini. Belum sampai ke bus, kita ketemu Uwa Ujang dan setelah kita cerita tentang kejadian ini, Uwa Ujang langsung nyusul Papa. Sampai bus, kita langsung kasih tau semua yang ada di bus dan semua ikutan panik, kecuali Kakak Dimas. Gak taunya Kakak Dimas teriak kalau tas pinggang Papa ada di stroller-nya baby Kareem hahaha. Akhirnya lega juga ternyata tas pinggang Papa gak jadi ilang. Setelah Papa dan Uwa Ujang balik ke bus, kita semua ngelanjutin perjalanan. Ternyata gak disangka-sangka, jalan tol saat itu macet parah. Kita kejebak macet berjam-jam sampai capek sendiri di dalem bus cuma bisa tidur aja. Baru sadar ternyata hari itu tanggal merah dalam rangka Hari Kemerdekaan Malaysia. Jadi semua orang pada pergi dan jalanan pun padat banget. Kita gak bisa mampir di tempat selanjutnya soalnya udah kemaleman. Akhirnya kita cuma mampir di tempat makan aja, namanya Gear Box. Ini makananya semacam sup gitu yang ada sum-sumnya gitu, gak ngerti pokoknya enak seger, ditambah makannya pakai sambel, nasinya nasi goreng, terus ada sayurannya juga. Habis itu baru deh kita balik ke condominium. Sampai condominium, ada sebagian yang langsung tidur, ada yang ngegosip, ada yang ngopi cantik, ada juga yang malah makan lagi. Saya salah satunya yang mutusin buat makan lagi hahaha. Perut udah kenyang, langsung deh tidur. Besok hari terakhir jalan-jalan seharian di Malaysia, karena besoknya kita bakalan pulang ke Indonesia. So…

** to be continued… **